//webmaster //analytics

Banyak penderita diabetes yang awam di luar sana, berpikiran bahwa mengurangi asupan makan berat atau manis dengan akan menurunkan kadar gula darah dalam tubuh dengan signifikan. Apakah puasa sembuhkan diabetes? Sepertinya itu semua tidak sepenuhnya benar.

Kata orang puasa sembuhkan diabetes. Padahal ketika anda berpuasa atau mengurangi asupan makan kadar gula darah memang turun. Namun jika penderita terus tidak makan selama berjam jam bahkan lebih, sangat besar kemungkinan kadar glukosa anda akan naik dengan sangat signifikan dan menumpuk di dalam darah. Ini merupakan hal yang bisa berakibat sangat fatal dan dapat menyebabkan komplikasi penyakit lain yang lebih parah. Contohnya komplikasi penyakit jantung, koma, hingga resiko kematian.

Makanan Tidak Teratur Menyebabkan Kadar Gula Darah Naik Dengan Signifikan

Tubuh manusia itu membutuhkan cadangan glukosa atau gula untuk dapat berfungsi secara optimal. Glukosa atau gula tersebut juga di butuhkan sel sel dalam tubuh kira untuk di olah menjadi energi. Kandungan glukosa atau gula bisa didapatkan dalam makanan sehari hari contohnya roti, nasi, kentang, buah, dan susu. Cadangan karbohidrat dalam tubuh juga bisa menjadi glukosa yang bernama glikogen.

Karbohidrat tadi lalu di pecah oleh tubuh menjadi glukosa yang mana di antarkan ke setiap sel di dalam tubuh melewati aliran darah. Namun untuk tubuh bisa menggunakan glukosa, tubuh memerlukan insulin yang fungsinya sebagai pengangkut glukosa dari darah menuju sel. Insulin sendiri merupakan hormon yang di produksi oleh pankreas.

Sedangkan puasa diabetes itu tidak makan selama sekitar delapan jam. Bahkan tanpa puasa seperti itu rata rata tubuh pasien diabetes memang tidak mampu memproduksi cukup insulin yang di perlukan oleh tubuh, atau tidak dapat menggunakan insulin dalam tubuh dengan baik. Karena kurangnya insulin.  Itu semua mengakibatkan kurangnya glukosa yang masuk ke dalam sel. ini menyebabkan sel sel di dalam tubuh pasien menjadi kelaparan.

Sel yang sudah kelaparan tadi akan membakar simpanan lemak untuk memperoleh glukosa. Namun karena tubuh tidak mempunyai insulin yang cukup, glukosa tidak dapat masuk ke dalam tubuh. itu semua akan berakibat penumpukan glukosa dalam darah, dan membuat kadar gula darah meningkat dengan signifikan yang biasa di sebut juga dengan hiperglikemia.  Penumpukan gula darah merupakan komplikasi yang biasa di temukan dan dapat berakibat fatal.

Hiperglikemia yang di Sebabkan Oleh Puasa Diabetes Dapat berakibat Fatal

Saat cadangan lemak habis karena selalu melewatkan waktu makan, sel sel tubuh akan menggunakan cadangan selain lemak, untuk mendapatkan energi, contohnya otot.

Namun, tetap saja, akibat insulin yang kurang glukosa akan tetap menumpuk di dalam darah dan kadar gula darah anda akan melonjak derastis dan mengalami hiperglikemia. Kandungan gula darah yang menumpuk di dalam darah akan mengubah darah menjadi terasa manis dan kental. Kelebihan gula pun akan di buang melalui air seni atau urin, yang memicu pengurasan cairan tubuh penderita diabetes dalam jumlah besar.

Tubuh akan melakukan proses ketoasidosis diabetik ketika semua sel telah di habiskan. Ketoasidosis diabetik sendiri akan menghasilkan asam beracun yang biasanya di sebut keton. Butuh penanganan medis juga sudah sampai tahap ini, karena ketoasidosis diabetik sendiri dapat menyebabkan koma, dehidrasi kronis atau yang paling buruk, kematian pada pasien.

Dengan sekian banyak resiko yang di timbulkan puasa, penderita diabetes sangat tidak dianjurkan untuk melewatkan makan untuk waktu yang lama. Ataupun dengan berpuasa ( baik berupa puasa diabetes, senin kamis, dan lain lain). Itu akan membuktikan “puasa sembuhkan diabetes” merupakan mitos. Karena puasa bagi penderita diabetes melitus tidak akan menyembuhkan kadar gula yang tinggi. Melainkan hanya menambah daftar penyakit komplikasi dan resiko kematian.

Pilihlah Metode Penurunan Gula Darah Yang Lebih Aman

Bagi pasien diabetes, sebaiknya menjauhi keyakinan “puasa sembuhkan diabetes” karena akan sangat berbahaya untuk kesehatan diri kedepanya. Penderita diabetes alangkah lebih baik untuk selalu menjaga kadar gula darahnya dengan makan yang teratur dan penuh nutrisi. Selalu dengar anjuran dokter saat dokter memberikan insulin atau obat obatan lain yang di berikan dan rajin untuk meminumnya.

Bahkan ketika gula darah sedang stabil, pasien diabetes dianjurkan dianjurkan selalu menjaga pola makan, dan rajin  mengkonsumsi obat/ insulin sesuai petunjuk dokter.

Baca Juga :  


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *